Tentang Dugaan Kecurangan Pemilu 2019, Jangan Salah Tanggap!

Muhammadiyah lawan kecurangan pemilu 2019

Menyebut Pemilu banyak dugaan KECURANGAN bukan berarti menyerang integritas Pribadi Komisioner KPU dan Bawaslu. Bisa saja diantara mereka banyak orang baik, tapi ada kekuatan lain yang tidak cukup diatasi dengan kebaikan komisioner-komisioner itu. Yang berkepentingan curang itu adalah kontestan pemilu. Bukan pelaksana pemilu. Kontestan itulah yang terus berusaha mencari cara untuk menang. Termasuk dengan CURANG. Mempengaruhi penyelenggara pemilu, menekan, mengintimidasi, merekayasa dan cara-cara curang lain.

Jangan kemudian tuntutan akan pemilu jurdil itu dijawab sederhana hanya merujuk ke pribadi-pribadi personil KPU. Apalagi hanya KPU Pusat. Pasalnya ada pihak yang menyebut kecurangan tak mungkin terjadi karena mereka tahu personil KPU RI itu sudah teruji, mereka berasal dari latar belakang ormas ini dan itu. Mereka sudah pengalaman panjang dan sebagainya.

Pemilu kali ini super kompleks. Melibatkan ribuan penyelenggara dari pusat sampai tingkat TPS. Partai politik dengan ribuan calegnya. Calon presiden-wakil presiden dan tim suksesnya dari pusat hingga level terbawah di RT RW. Calon DPD dengan tim suksesnya di tiap propinsi.

Belum lagi kepentingan-kepentingan eksternal yang selalu mengintai negeri ini. Kepentingan politik dan ekonomi global. Kepentingan ideologi multinasional dan seterusnya. Anasir-anasir jahat itu bisa datang dari mana saja. Bisa jadi luput dari pantauan kita.

Siapa yang bisa menjamin semua itu bisa terkendali dengan baik? Faktanya banyak ditemukan bukti-bukti kuat yang mengindikasikan kecurangan itu sangat massif.

Jadi pemilu 2019 ini memang sangat perlu evaluasi menyeluruh. Jangan anti kritik dan defensif. Tidak perlu pula menuduh mereka yang menuntut dugaan kecurangan itu sebagai ancaman bagi kondusifitas bangsa, keutuhan NKRI dan lain-lain.

Menjaga stabilitas dan kondusifitas negeri ini sama pentingnya dengan menegakkan keadilan dan kejujuran. Tidak ada negara yang stabil dengan ketidakadilan yang merajalela.

Amar ma’ruf itu penting, sejalan dengan pentingnya nahi munkar.

Wallahua’lam bish-shawab.

Ditulis oleh
Pedri Kasman
Presidium Aliansi Pencerah Indonesia