Kejutan GBK

Kejutan GBK

Kampanye akbar Prabowo Sandi

Membludak kampanye Akbar Prabowo-Sandi di Gelora Bung Karno adalah miniatur tasyakur kemenangan. Etape mutakhir dari pengumpulan massa dalam jumlah besar yang tak pernah bisa ditandingi Pasangan Jokowi Ma’ruf Amin. Sebesar apapun dana yang ia dan para taipan gelontorkan untuk memobilisasi massa. Berapa ribu kontainer nasi bungsus yang dikirim. Mereka hadir bukan karena itu tetapi datang dengan semangat perubahan. Ganti Presiden. Sudah muak dan mual dengan permainan politik murahan Jokowi dan Tim nya. Kumpulan massa besar ini tentu bukan yang terakhir. Perkembangan politik akan terespon pada eskalasi kumpulan yang lebih besar ke depan. Sementara terminal saat ini masih 17 April 2019 saja dulu.

Uniknya nuansa relijiusitas menonjol. Hal ini sangat bisa difahami mengingat rezim Jokowi berkinerja “memusuhi” aktivis dan potensi politik umat Islam Indonesia. Kemenangan pemilu oleh PDIP yayng berideologi kebangsaan. Historisnya memang rival politik Islam. Megawati merasa tak perlu dukungan umat. Kesan sekuler ditampilkan oleh partai-partai satelit. Soal syari’ah dimasalahkan. Gerakan perlawanan rezim dahulu di front depan adalah Mahasiswa. Kini justru aktivis dan ulama. Sejak kasus “ahok” perlawanan nuansa keumatan bergerak. Reuni 212 tetap berwarna umat. Ini bukan berarti tak ada komponen “non keumatan” yang terlbat. Ini soal “leading sector” saja. Rakyat sedang melawan rezim.

Rupanya surat SBY kepada pejabat internal Partai Demokrat soal inklusivitas dan identitas massa GBK baru baru ini dinilai kurang memahami tentang hal ini. Di samping kondisi psikologis keluarga di RS Singapura, juga mungkin informasi kurang komprehensif sehingga nilai positif dinterprestasi negatif. Beliau pun dikenal mudah bimbang dalam mengambil keputusan. Administratur yang 0 berjalan bersama figur komandan lapangan Prabowo. Meski garis singgung keduanya masih sangat bisa dipertemukan. Bendera Partai Demokrat kemarin cukup dominan. Soal agenda Shalat subuh itupun harus dipandang sebagai bagian dari konsolidasi. Dalam militer ada serangan fajar. Blitzkrieg. Dalam sejarah Islam dan ayat Qur’an ada pujian pada kuda perang “Al Aadiyat” yang bergerak di waktu shubuh.

Kini kita padukan kekuatan seluruh komponen aktivis, ulama, habaib, asatidz, mantan petinggi tentara, pengusaha, serta rakyat pejuang untuk mengubah rezim yang zalim ini. Membersihkan ideologi Pancasila dari racun dan kotoran yang ditunggangi oleh para pendompleng. Mengembalikan kedaulatan pribumi dalam segala bidang. Buat penjajah politik dan ekonomi tidak nyaman untuk coba coba mengatur bangsa dan negara. Ini negara Indonesia bukan negara mereka.

** 9 April 2019 **

M. Rizal Fadilah